Friday, December 12, 2014

Jelang Sepuluh Tahun Tsunami Aceh (2)

Sahabatku/ Sudah sepuluh tahun sejak gelombang raya menerjang rumahmu Minggu pagi itu/ Dan sejak itu, tak pernah lagi kudengar suaramu / Desember 2014 - buat Taufan Nugraha *) - raihan lubis

Acara doa bersama untuk rekan-rekan jurnalis
dan karyawan Serambi Indonesia. Foto : Raihan Lubis
Dari banyaknya korban dalam kejadian gempa bumi maha kuat dan terjangan tsunami 26 Desember 2004 silam di Aceh, jurnalis dan keluarganya banyak yang menjadi korban. Ada yang hilang bersama seluruh anggota keluarganya, ada juga yang kehilangan anak,isteri, suami atau keluarga besarnya. Di antara kesedihan dan rasa kehilangan yang mendalam, mereka tetap berusaha melaporkan berita-berita pascatsunami.

Lima hari pascatsunami, koran lokal Serambi Indonesia akhirnya terbit juga -meski mereka bekerja dari sebuah ruko. Karena gedung percetakan dan kantor Serambi Indonesia nyaris tak berbentuk setelah air laut menyapu kawasan tersebut. Koran terbesar di Aceh ini tak hanya mengalami kerusakan kantor tapi juga kehilangan 11 orang jurnalisnya dan 52 karyawan.

Wednesday, December 10, 2014

Stadion Lebak Bulus Akan Berganti Rupa

Stadion Lebak Bulus yang berkapasitas hampir 12.500 penonton ini akan segera dibongkar, menyusul segera dibangunnya depo MRT Jakarta. Meski bangunan yang didirikan tahun 1978 merupakan markas Persija, tetapi Persija sudah tidak lagi menggunakan stadion ini karena tidak sesuai standar Badan Liga Indonesia. Selanjutnya, Pemda DKI Jakarta akan membangun stadion pengganti di daerah Koja Jakarta Utara. Bagi yang mau punya foto kenang-kenangan, ayo fotolah itu stadion.
Foto : Raihan Lubis

Tuesday, December 9, 2014

Jelang Sepuluh Tahun Tsunami Aceh (1)

air sudah surut/ bumi tempat berpijak sudah kembali diam/ tapi dirimu, tak jua muncul di ujung jalan/ dan aku masih di sini, menunggu dalam diam// Desember, 2014 - raihan lubis

Beberapa bulan setelah tsunami. Foto: Raihan Lubis
Lebih kurang, ini adalah hari Minggu ke-518 sejak kejadian maha dahsyat -gempa bumi dengan kekuatan berkisar 9,1 - 9,3 Skala Richter mengguncang Aceh. Gempa bumi megathrust bawah laut yang telah memicu tsunami. Suatu peristiwa yang tak pernah terbayangkan oleh saya dan juga mungkin oleh setiap orang di Aceh maupun di Indonesia. Suatu peristiwa, di mana saya merasa sudah mengalami kematian dan kemudian dihidupkan kembali untuk melihat betapa kita sebagai manusia- tak akan pernah dapat melawan alam dan kekuasan-Nya.

Sunday, December 7, 2014

Apa Kabarmu, Bang Ersa?

tanah sudah tak merah lagi/ rumput liar mulai meranggas, mengganggu nisan/ bunga-bunga yang ditabur sudah resap jadi hara/ dari sini, kukirim doa untukmu amang… (5 Desember 2008 - raihan lubis)

Apa kabar Bang Ersa? Saban sudah lewat tanggal 4 Desember, ada satu ingatan yang suka berkelebat tentangmu. Ingatan tentang seorang sahabat, seorang kolega, juga seorang yang mewakili sosok seorang ayah. Tak banyak yang tahu, jika hari ulang tahunmu sama dengan hari ulang tahun Gerakan Aceh Merdeka (GAM) 4 Desember. Dan siapa pula yang tahu kalau kemudian dirimu disandera oleh GAM berbulan-bulan lamanya dan kemudian harus berpulang dengan cara yang mengenaskan dalam sebuah kontak tembak antara TNI dari Batalyon 6 Marinir dan kelompok GAM di Dusun Kuala Manihin, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, 29 Desember 2003 silam.

Friday, November 28, 2014

Gerbong Kereta Khusus Wanita

Bagi para wanita yang merasa hidupnya flat atau yang merasa paling menderita di dunia, ayo naiklah itu kereta commuterline Jabodetabek gerbong khusus wanita. Ada banyak kisah drama di sana -yang mudah mudahan - membuat anda merasa bahwa hidup ini tak datar tapi bak naik roller coaster dan percayalah -masih banyak yang lebih menderita dari anda. Foto: Raihan Lubis





Thursday, November 13, 2014

Bajaj oh Bajaj

  
Bajaj - yang dilafalkan bajai- banyak digunakan sebagai angkutan umum di Jakarta. Kendaraan beroda tiga ini berasal dari India. Bajaj berwarna biru lebih besar kapasitasnya dibanding bajaj berwarna oranye. Di pintu depan bajaj, biasanya tertulis daerah operasi bajaj - yang hanya terbatas pada satu kotamadya saja. Para supir bajaj terkenal nekat dan punya nyawa cadangan - karena hanya mereka dan Tuhan yang tahu, kemana mereka berbelok dan berapa kecepatan yang mereka pacu..tancap banggggg!! Foto: Raihan Lubis




Monday, October 20, 2014

Kepada Yth.Bapak Joko Widodo

Pak Joko Widodo...,
siang tadi saya bersama ribuan rakyat Indonesia menunggu bapak melintas di sepanjang jalan Sudirman - Thamrin.  Diantara ribuan rakyat  itu, ada Ki Joko Wasis  -pelukis asal Yogyakarta yang melukis wajah bapak di sebuah kanvas besar. Kanvas itu dipasang di belakang sebuah becak bermotor. Tanpa alas kaki, di tengah garangnya sinar matahari, Ki Joko Wasis mengikuti pelan becak bermotor itu sambil terus melukis. Tak hanya Ki Joko Wasis yang berpanas-panas untuk menunjukkan harapannya pada, bapak. Ada ribuan orang di sana, pak. Dan sungguh saya tidak bisa membayangkan, bagaimana kecewa dan marahnya mereka jika di kemudian hari -dalam perjalanan bapak sebagai presiden Indonesia- tidak bisa mewujudkan apa yang pernah bapak janjikan. Jadi pak, tolonglah tetap berpegang pada komitmen untuk menjadikan Indonesia lebih baik dan lebih hebat lagi. Untuk melibas para koruptor dan juga mafia-mafia yang selama ini menyengsarakan rakyat, untuk memajukan ekonomi Indonesia, untuk tidak melakukan politik transaksional, dan hal lainnya yang sudah bapak janjikan. Tolong ya pak, jangan jadikan semuanya hanya pepesan kosong belaka - salam, Raihan Lubis.









foto-foto: Raihan Lubis